Pemikiran al-Qur’an Salim al-Jabi

Authors

  • Muhammad Zaini Penulis

Abstract

Tulisan ini membahas kritik hermeneutis Salim al-Jabi terhadap pemikiran Muhammad Syahrur dalam karya monumentalnya al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’at Mu‘ashirah. Syahrur dikenal sebagai tokoh yang menawarkan pembacaan baru atas al-Qur’an melalui pendekatan linguistik modern dan teori hudud (batasan), namun gagasannya memicu kontroversi karena dianggap mendekonstruksi istilah-istilah pokok dalam kajian al-Qur’an. Salim al-Jabi melalui bukunya Mujarrad al-Tanjim hadir sebagai pengkritik yang objektif dan metodologis. Ia mengajukan dua pendekatan utama: pendekatan kebahasaan (linguistik) yang ketat berbasis kamus Arab klasik dan syi’ir Arab, serta pendekatan historis-tematis-kontekstual. Al-Jabi menilai bahwa Syahrur terlalu mengandalkan makna bahasa secara sempit tanpa mempertimbangkan tradisi linguistik Arab, historisitas teks, dan kesinambungan makna dalam tradisi tafsir. Akibatnya, Syahrur terjebak dalam dekonstruksi yang tidak bertanggung jawab, seperti dalam menafsirkan istilah muhkamat-mutasyabihat, nubuwwah, al-dzikr, dan lainnya. Artikel ini juga menunjukkan bahwa hermeneutika al-Jabi memiliki kedekatan dengan pemikiran Hans-Georg Gadamer, terutama dalam aspek historisitas, pra-pemahaman (pre-understanding), dan penggabungan horizon (horizontverschmelzung). Kesimpulannya, al-Jabi tidak menolak pembaruan, tetapi menolak pembacaan yang memutus hubungan dengan tradisi ilmiah Islam.

References

Waryono Abdul Ghafur. (2005). Tafsir sosial. Yogyakarta: eLSAQ.

Ahmad Fuad Fanani. (2004). Islam mazhab kritis: Menggagas keberagaman liberatif. Jakarta: Kompas.

Hans-Georg Gadamer. (1990). Wahrheit und Methode: Grundzüge einer philosophischen Hermeneutik. Tübingen: J. C. B. Mohr.

Hans-Georg Gadamer. (1975). Wahrheit und Methode: Grundzüge einer philosophischen Hermeneutik. Tübingen: Mohr.

Hans-Georg Gadamer. (1986). Text and interpretation. Dalam B. R. Wachterhauser (Ed.), Hermeneutics and modern philosophy. New York: State University of New York Press.

Komaruddin Hidayat. (1996). Memahami bahasa agama: Sebuah kajian hermeneutika. Jakarta: Paramadina.

Fazlur Rahman. (1985). Islam dan modernitas transformatif sosial (terj. Ahsin Muhammad). Bandung: Pustaka.

Al-Jabi, S. (1991). Al-qira’at al-mu‘ashirat li al-Duktur Muhammad Syahrur: Mujarrad al-tanjim. Damaskus: AKAD.

Muhammad Syahrur. (2004). Prinsip dan dasar hermeneutika al-Qur’an kontemporer (terj. Sahiron Syamsuddin). Yogyakarta: eLSAQ Press.

Ibn Manzur. Lisan al-‘Arab. CD-ROM. Al-Maktabah al-Shamilah, Kutub al-Barnamij fi al-Lughah wa al-Ma‘ajim, Vol. 12.

Al-Husainy, M. Taj al-‘Arus min Jawahir al-Qamus. CD-ROM. Al-Maktabah al-Shamilah, Kutub al-Barnamij fi al-Lughah wa al-Ma‘ajim, Vol. 36.

Al-Jabi, S. (2001). Naqd qira’ah Syahrur. Beirut: Dar al-Fikr al-Mu‘asir.

Muhammad Syahrur. (1990). Al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah mu‘asirah. Damaskus: Al-Ahali.

Abdul Mustaqim. (2014). Epistemologi tafsir kontemporer. Yogyakarta: LKiS.

Nasr Hamid Abu Zayd. Falsafat al-Ta’wil. Beirut: Al-Markaz al-Thaqafi al-‘Arabi.

Published

2025-12-23