PERAN KOMUNIKASI PROFETIKDALAM PEMBENTUKAN ETIKA PUBLIK MASYARAKAT MADANI PERSPEKTIF AL-QURA’N

Authors

  • Abdul Rasyid Ridho Universitas Islam Negeri Mataram Penulis

Keywords:

Komunikasi Profetik, Masyarakat Madani, Al-Qur’an

Abstract

Komunikasi profetik merupakan komunikasi yang mengacu kepada pola komunikasi kenabian Muhammad Saw. sarat dengan nilai egaliter, toleransi, kelembutan, kemurahan, dan nilai spiritualitas. Paradigma ini merupakan pengembangan dari konsep ilmu sosial profetik (ISP) yang pernah digagas oleh ilmuan Islam kontemporer yakni Kuntowijoyo yang terinspirasi dari Q.s. A<li Imra>n/3:110.Teori ini mengkonstruksikan transformasi sosial yang mengedepankan nilai ketuhanan dan kenabian melalui pertalian antara humanisasi, liberasi, dan transendensi terhadap realitas yang dehumanis. Peneliti menganalisis dan membuktikan dalam sejarah pembentukan masyarakat madani, ternyata terbentuknya masyarakat Madinah menjadi masyarakat madani merupakan hasil dari peran dari praktik pola komunikasi profetik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. baik daridimensi humanisasi, liberasi dan transendensi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dan metode penafsiran menggunakan metode tafsir maudhu>’i>(tematik). Sedangkan pendekatan yang pakai adalah historical analysis (analisis sejarah), discourse analysis (analisis wacana), hermeneutik 

References

A.Giddens, Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics, Combridge: Polity Press,

1993.

Abu Ja’far bin Muhammad Jari>r Al-Thaba>ri, Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wi>l Ayi Al-Qur’an,

Beirut: Da>r al-Fikr, 1987.

Adi Suryadi Culla, Masyarakat Madani Pemikiran, Teori, dan Relevansinya Denan Cita-Cita

Reformasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999.

Afzalul Rahman, Muhammad Sang Panglima Perang, Yogyakarta: Tajidu Press, 2002.

Ahmad Baso, Civil Society Versus Masyarakat Madani, Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.

Ahmad Sukardja, Piagam Madinah dan UUD 1945, Jakarta: UI Press, 1995,

Ahmad Syafii Ma’arif, Piagam Madinah dan Konvergersi Sosial, Nomor 3/Vol. III, P3M,

Jakarta: Pesantren, 1986.

Ali Mustofa Yaqub, Sejarah dan Metode Dakwah Nabi, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2014

Arifinsyah, Hubungan Antar Umat Agama,Wacana Pluralisme Eksklusivisme Dan

Inklusivisme, Yogyajakarta: IAIN Press, 2002.

Armawati Arbi, Dakwah dan Komunikasi, Jakarta: Uin Jakarta Press, 2003.

Burhanuddin, Civil Society & Demokrasi: Survey tentang Prtisipasi Sosial-Politik Warga

Jakarta. Ciputat: Indonesian Insitute for Civil Society (INCIS), 2003.

Cyrill Glassie, The Concise Encyclopedia of Islam, London: Stacey Internasional, 1989

Fahur Rahman, Muhammad as Military Leader, terj. Oleh Anas Sidik, Muhammad sebagai

Seorang Pemimpin Militer, t.t.: Bumi Aksara, 1991.

G.E. Von Grunebaum, Classical Islam, terj. Katherin Watson,Chicago: Aldine Publishing

Company, 1970.

Hamim, Toha, Islam dan Civil Society (Masyarakat Madani): Tinjauan tentang Prinsip

Human Right, Pluralism dan Religious Tolerance.

Hanah Rahman, Pertentangan Antara Nabi Saw. dan Golongan Oposisi di Madinah, dalam

seri INIS, Jilid IV, Jakarta: INIS, 1989.

Ichsan Habibi, Dakwah Humanis; Cinta, Toleransi dan Dialog Paradigma Muhammad

Fethullah Gulen, Serang: A-Empat, 2015.

Ismail SM dan Abdullah Mukti, Pendidikan Islam, Demokratisasi dan Masyarakat Madani,

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Iswandi Syahputra, Komunikasi Profetik; Konsep dan Pendekatan, Bandung: Simbiosa

Rekatama, Media, 2007.

Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika, Yogyakarta: Tiara

Wacana, 2007.

Kuntowijoyo, Maklumat Sastra Profetik, Yogyakarta: DIVA Press, 2019.

Kuntowijoyo, Paradigma Islam Interpretasi untuk Aksi, cet. VIII, Bandung: Mizan, 1998.

Labib MZ, Cara Nabi Muhammad Saw. Menggaet Umat, Surabaya: Bintang Usaha Jaya,

2003.

M. Masduki, “Pendidikan Profetik; Mengenal Gagasan Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo”,

dalam Jurnal Madania, 2011.

M. Natsir, Fiqh al-Dakwah, Jakarta: Dewan Dakwah Islam Indonesia, 1978, hlm. 90.

Manna>’ Khali>l al-Qaththa>n, Al-Hadi>s wa Tsaqa>fah al-Hammiyyah, Riyadh: Wiza>ra al-Auqaf,

1998.

Montgomery Watt, Muhammad Prophet and Statemen, London: Oxford University Press,

1964.

Muhammad ‘Izzat Darwazat, al-Dustu>r al-Qur’a>ni wa al-Sunna>t al-Nabawiyyah fi> Syu’u>n alHaya>t, Mesir: Mathba’at Isa> al-Ba>bi> al-Halabi>, 1966.

Muhammad Farid Wajdi, Da’irat al-Ma’a>rif al-Qarn al-‘Isyri>n, Jilid V, Beirut: Maktabat alTimiyah al-Ja>dat, t.th.,

Muhammad Husain Fadhullah, Metodologi Dakwah dalam Al-Qur’an, Jakarta: Lentera

Baristama, 1997.

Muhammad Husein Haikal, Haya>t Muhammad, terj. Ali ‘Audah,Jakarta: Litera Antarnusa,

1990

Muhammad Naquib al-Attas, Islam; The Concept of Religion and Foundation of Ethics and

Morality, Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan

Malaysia, 1992.

Murad W. Hofman, Islam The Alternatif, Beltsville: Amana Publications, 1993.

Nurcholis Majid, “Menuju Masyarakat Madani” dalam TIM Mulia, Jika Rakyat Berkuasa,

Yogyakarta: Pustaka Hidayah, 1999.

Qurrota A’yuni, “Membumikan Dakwah Berbasis Komunikasi Profetik di Era Media Baru”

dalam jurnal mumtaz Vol. 2 No. 2, Tahun 2008.

Suyuthi Pulungan, Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari

Pandangan Al-Qur’an, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994.

Published

2021-12-30