Relasi Guru dan Murid Perspektif al-Qur’an: Kajian Tafsir Tematik Bintu Syathi’

Authors

  • Azizah State Institute of Islamic Studies Langsa image/svg+xml Penulis
  • Hafizuddin State Institute of Islamic Studies Langsa image/svg+xml Penulis
  • Vairana Muhd Zainur State Institute of Islamic Studies Langsa image/svg+xml Penulis
  • Ramadhani State Institute of Islamic Studies Langsa image/svg+xml Penulis

Keywords:

Relasi guru dan murid, Al-Quran Surah Al-Kahfi

Abstract

Penelitian ini mengkaji relasi ideal antara guru dan murid dalam perspektif al-Qur’an melalui analisis kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam QS. al-Kahfi ayat 60–82. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis linguistik ala Bintu Syathi’. Latar belakang penelitian adalah fenomena menurunnya adab dan rasa hormat murid terhadap guru di era digital, di mana banyak peserta didik merasa cukup belajar dari internet tanpa bimbingan guru. Kisab ini menunjukkan bahwa Nabi Musa, meskipun seorang rasul besar, menunjukkan ketawadhu'an dengan memohon izin kepada Nabi Khidir untuk belajar. Ia bersedia menempuh perjalanan panjang dengan tekad yang kuat (la abrahu hatta ablugha majma'a al-bahrain). Nabi Khidir memberikan syarat bahwa Musa harus bersabar dan tidak bertanya sebelum dijelaskan. Sepanjang perjalanan, Musa beberapa kali gagal bersabar, namun selalu mengakui kesalahan dan meminta maaf. Nilai-nilai pendidikan yang dapat dipetik adalah: kesungguhan dalam mencari ilmu, kerendahan hati (tawadhu'), kesabaran dalam proses belajar, kepatuhan kepada guru, serta kemampuan mengakui kesalahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi guru-murid dalam Islam tidak hanya bersifat transfer ilmu, tetapi juga penanaman adab dan karakter. Nilai-nilai ini tetap relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan modern, terutama dalam membentuk karakter murid yang rendah hati, sabar, dan menghormati guru demi keberkahan ilmu.

References

Achmad Sunarto. (2003). Terjemah Ta’lim al-Muta’allim Syaikh al-Zarnuji. Bandung: Husaini.

Al-Zarnuji. Al-‘Ilmu wa adab al-‘alim wa al-muta‘allim.

Fauziah, A., & Rizal, A. S. (2019). Implikasi edukatif kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam QS. Al-Kahfi/18: 60–82. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education, 6(1).

Hamka. (1982). Tafsir al-Azhar (Jilid 1 & 6). Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir An-Nur (Jilid 3).

Idris, W., Tinggi, S., Islam, A., & Bangil, P. (n.d.). Interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam pandangan Islam.

Illahi, N. (2020). Peranan guru profesional dalam peningkatan prestasi siswa dan mutu pendidikan di era milenial. Jurnal Asy-Syukriyyah, 21(1).

Al-Baghawi. Tafsir al-Baghawi (Jilid 5).

Jalaluddin al-Mahalli., & Jalaluddin as-Suyuti. Tafsir Jalalain.

Interaksi guru dengan murid dalam perspektif Al-Qur’an. (2015).

Ibn al-Jawzi. (1994). Zad al-Masir fi ‘Ilm al-Tafsir (Juz 5). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Ki Hajar Dewantara. Filsafat pendidikan.

Kitab Mu‘jam Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim.

Kitab Mufradat fi Gharib al-Qur’an.

Mona, F. M., et al. (2025). Aktualisasi adab pembelajar di era digital dalam kajian Surat Al-Kahfi ayat 66. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1).

Muhammad Sayyid Tantawi. (2004). Etika dialog dalam Islam (Cet. ke-2). Jakarta: Mustaqim.

Nur, E., & Junaris, I. (2023). Evaluasi dan monitoring manajemen pembelajaran pendidikan Islam dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Refresh: Manajemen Pendidikan Islam, 1(2).

Rosna, M., & Fauziah, C. (2024). Nilai-nilai pendidikan pada kisah Nabi Musa AS. Basha'ir: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir, 4(2).

Samsul Bahri. Relasi guru dan murid perspektif pendidikan Islam.

Al-Alusi. Tafsir al-Alusi (Jilid 16).

Syamsiah, S., et al. (2023). Konsep pendidikan pada kisah Nabi Khidir AS dan Nabi Musa AS dalam Surah Al-Kahfi ayat 62–82 dan implikasinya dalam pendidikan Islam (Tafsir Al-Misbah). ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(4), 565.

Al-Qurtubi. Tafsir al-Qurtubi (Jilid 11).

Al-Tabari. Tafsir ath-Tabari (Jilid 14).

Ibn Kathir. Tafsir al-Qur’an al-‘Azim (Tafsir Ibnu Katsir) (Jilid 7).

Ahmad مصطفى al-Maraghi. (1993). Terjemah Tafsir al-Maraghi (Cet. ke-2). Semarang: Toha Putra.

Published

2025-12-23