Gender Interpretation in the Tradition of Naming Muhammad in the Muslim Community in Lombok
Keywords:
Gender Interpretation, Tradition, Muhammad's Name, Lombok Muslim CommunityAbstract
Penelitian ini mengkaji tradisi pemberian nama Muhammad dalam masyarakat Muslim Lombok dengan menggunakan perspektif interpretasi gender. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode hermeneutik, serta teori konstruksi sosial gender dari Judith Butler yang menyatakan bahwa gender bukanlah bawaan lahir, melainkan hasil praktik sosial, kultural, dan performatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama Muhammad cenderung lebih sering diberikan kepada anak laki-laki sebagai simbol kepemimpinan, keteladanan, dan otoritas keagamaan, sementara perempuan sangat jarang mendapatkan nama tersebut. Jika pun diberikan, biasanya dimodifikasi atau digabung dengan nama lain yang dianggap lebih feminin. Hal ini mencerminkan adanya bias gender dalam apresiasi terhadap nilai-nilai Islam yang melekat pada nama Muhammad. Praktik penamaan ini tidak hanya mengandung makna religius, tetapi juga merefleksikan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan dalam kerangka budaya lokal Sasak. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami hubungan antara tradisi lokal, konstruksi sosial, dan nilai-nilai Islam, serta mendorong wacana kesetaraan gender dalam praktik budaya Muslim di Lombok. Kesimpulannya, tradisi penamaan merupakan praktik budaya yang sarat makna dan membuka ruang refleksi kritis terhadap konstruksi identitas religius berbasis gender.
References
Abid, A., Rohaedi, E., Kusnadi, N., & Iskandar, E. A. (2024). Gender dalam perspektif Islam (pendekatan sosiologi dan antropologi). In PALAR (Pakuan Law Review).
Adyatama, M. F., Saleh, S. Z., & dkk. (2023). Dinamika makna qawwam: Analisis mufasir perempuan terhadap Surah An-Nisa: 34. Studi Agama dan Pemikiran Islam. [https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/kalimah/article/view/11357](https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/kalimah/article/view/11357)
Afandi, A. (2019). Bentuk-bentuk perilaku bias gender. LENTERA: Journal of Gender and Children Studies. [https://journal.unesa.ac.id/index.php/jofc/article/view/6819](https://journal.unesa.ac.id/index.php/jofc/article/view/6819)
Agustin, S. D. (n.d.). Pendekatan hermeneutis dalam kitab Al-Lū’lū’ wa Al-Mārjan fi Tafsīr Al-Qur’an (studi atas penafsiran Kariman Hamzah tentang ayat-ayat gender). Digilib UIN Sunan Kalijaga. [https://digilib.uin-suka.ac.id/id/document/830610](https://digilib.uin-suka.ac.id/id/document/830610)
Ahmad, R., Kulikov, V., & Iqbal, N. (2023). Muslim personal names in Urdu: Structure, meaning, and change. International Journal of the Sociology of Language, 2023(283), 161–188. [https://doi.org/10.1515/ijsl-2023-0004](https://doi.org/10.1515/ijsl-2023-0004)
Aini, I. Q. (2024). Keadilan relasi gender dalam tekstualitas Al-Qur’an perspektif Nur Rofiah. Repository PTIQ. [https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1545/](https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1545/)
Asma Barlas. (2019). Believing women in Islam: Unreading patriarchal interpretations of the Qur’an. University of Texas Press.
Asma Barlas. (2018). Text, context, and the construction of Muslim women’s rights. Journal of Islamic Studies, 29(3), 245–262.
Clifford Geertz. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Graneheim, U. H., & Lundman, B. (2017). Qualitative content analysis in nursing research. Nurse Education Today, 56, 29–34.
Deng, Z. (2013). Content, curriculum, and teaching. Journal of Curriculum Studies, 45(2), 175–194.
Fatema Mernissi. (1991). Women and Islam: A historical and theological enquiry. Blackwell Publishers.
Amina Wadud. (1999). Qur’an and woman: Rereading the sacred text from a woman’s perspective. Oxford University Press.
Khaled Abou El Fadl. (2001). Speaking in God’s name: Islamic law, authority, and women. Oneworld Publications.
Leila Ahmed. (1992). Women and gender in Islam. Yale University Press.
Komaruddin Hidayat. (2010). Memahami bahasa agama. Paramadina.
Saba Mahmood. (2005). Politics of piety: The Islamic revival and the feminist subject. Princeton University Press.
Smith-Hefner, N. J. (2009). Muslim women and the politics of modesty. Indiana University Press.
Martin van Bruinessen. (2013). Contemporary developments in Indonesian Islam. ISEAS Publishing.
M. B. Hooker. (2003). Indonesian Islam: Social change through contemporary fatawa. Allen & Unwin.
Denys Lombard. (1996). Nusa Jawa: Silang budaya. Gramedia.
John R. Bowen. (1993). Muslims through discourse: Religion and ritual in Gayo society. Princeton University Press.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.
Fazlur Rahman. (1982). Islam and modernity. University of Chicago Press.




